Latest Post

Situs Tentang Seputar Sepak Bola

| Senin, 31 Desember 2012
Baca selengkapnya »
 KLIK LINK INI yang memberitahukan info tentang sepak bola eropa maupun dunia anda bisa langsung klik aja tulisan agan-agan tidak perlu mencarinya susah-susah disini banyak info-info luas tentang sepak bola silahkan mencoba oh iya disini juga tidak hanya info sepak bola info-info olahraga lainnya juga terdapat disini.

Situs Tentang Seputar Sepak Bola

Posted by : Unknown on :Senin, 31 Desember 2012 With 0komentar

Fergie Tak Akan Lepas Nani

|
Baca selengkapnya »
Anggit Andrea - sekerebet family Minggu, 30/12/2012 15:56 WIB
Manchester - Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, menegaskan bahwa dirinya tak akan melego Nani di bursa transfer bulan Januari. Bagi Fergie, winger asal Portugal itu masih dibutuhkan oleh tim. Spekulasi soal masa depan Nani muncul setelah si pemain kesulitan mendapatkan tempat utama di skuat 'Setan Merah'. Sebelum dibekap cedera hamstring, Nani hanya tampil tujuh kali di Premier League dengan empat di antaranya sebagai starter. Situasi itu membuat Nani disebut-sebut akan meninggalkan Old Trafford. Arsenal menjadi salah satu klub yang dihubungkan dengan pesepakbola 26 tahun itu. Kendati demikian, Fergie menolak untuk melepas pemain bernomor punggung 17 itu. Dia menilai Nani masih punya masa depan di Old Trafford. Sebagai catatan, Nani punya kontrak bersama MU sampai 2014. "Kami tidak akan membiarkannya pergi. Kami membutuhkan Nani," ujar Fergie seperti dikutip Sky Sports. "Kontraknya tidak untuk satu setengah tahun. Dia menawarkan sesuatu yang berbeda dari pemain lain. Dia adalah talenta yang luar biasa." "Sayangnya saat ini dia cedera. Kami sudah mengirimnya ke Dubai untuk istirahat, untuk membantunya dalam pemulihan," lanjut manajer asal Skotlandia itu. "Dia tidak jauh dari kesembuhannya tapi juga cukup jauh. Saya pikir saya tidak akan bisa memainkannya sampai pertengahan Januari. Dia punya masa depan di sini. Mengapa aku ingin membiarkannya pergi?" katanya. Novitasari Dewi Salusi - detikSport

Fergie Tak Akan Lepas Nani

Posted by : Unknown on : With 0komentar

AVB Minta Spurs Jaga Momentum

|
Baca selengkapnya »
Meylan Fredy Ismawan - detikSport Selasa, 01/01/2013 07:41 WIB
London - Tottenham Hotspur sedang menjalani tren positif di ajang Premier League dan posisi mereka di klasemen juga sedang oke. Manajer Andre Villas-Boas berharap timnya mampu menjaga momentum ini. Spurs meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga laga terakhirnya. Akhir pekan lalu, The Lilywhites mengalahkan tuan rumah Sunderland dengan skor 2-1. Spurs kini menempati urutan keempat di papan klasemen sementara. Mereka punya 36 poin, terpaut dua poin dari Chelsea yang duduk di posisi ketiga. Di awal tahun 2013, Spurs akan melanjutkan kiprahnya dengan menjamu tim papan bawah Reading di White Hart Lane, Selasa (1/1/2013) malam WIB. "Masalah dengan laga itu adalah kami sudah tampil sangat baik di laga tandang, tapi kami harus menjaga momentum," tutur Villas-Boas di Sky Sports. "Kami harus tetap menjaga performa kami di kandang dan akan konyol bagi kami kalau tidak terus berada di level ini. Jadi, ini adalah laga di mana kami sangat ingin mendapatkan tiga poin untuk menutup periode sibuk dengan tiga kemenangan, semoga, dan satu hasil seri," jelasnya. "(Para pemain) sangat luar biasa. Bulan Desember yang kami jalani telah menunjukkan hal tersebut," lanjut Villas-Boas. "Kalau kami mampu mempertahankan performa ini sampai Januari, maka itu akan luar biasa," kata manajer asal Portugal ini. ( mfi / mfi )

AVB Minta Spurs Jaga Momentum

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Liburan Tahun Baru, Lalin Puncak Diprediksi Macet Mulai Pukul 09.00 WIB

|
Baca selengkapnya »
Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Kawasan puncak yang berda di wilayah Bogor, masih menjadi salah satu destinasi warga untuk berwisata dan menghabiskan waktu libur mengawali tahun 2013. Namun perlu diperkirakan arus lalu lintas menuju puncak diperkirakan akan dipadati oleh pengendara mobil dan motor. "Untuk saat ini masih lancar, dari kedua arus. Nanti diperkirakan jam 09.00 WIB, lalu lintas akan dipenuhi oleh kendaraan," ujar Petugas TMC Polda Metro Jaya, Aiptu Chrisnan, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (1/1/2013). Chrisnan mengatakan terdapat beberapa titik kemacetan yang menjadi patut diwaspadai pengendara mobil maupun motor, diantaranya adalah titik kemacetan yang terdapat di di Gadog, daerah Seuseupan kemudian dipertigaan Taman Safari dan Puncak Pas. Maka untuk meminimalisir kemacetan, kepolisian tetap memberlakukan sistem one way. "Paling one way, mengenai jam berapanya lihat situasi," ungkapnya. Chrisnan memprediksi puncak kemacetan akan terjadi pada pukul 11.00 WIB, sehingga para pengendara dipersilahkan untuk mencari jalur alternatif yang biasa dilalui. (ndu/van)

Bale tidak mau jadi pembohong

|
Baca selengkapnya »
Manajer Tottenham Hotspur, Andre Villas-Boas membela anak asuhnya, Gareth Bale yang diberi hukuman kartu kuning oleh Martin Atkinson saat berhadapan dengan Sunderland di Stadium of Light, Sabtu (29/12). Atkinson menganggap Bale melakukan diving di kotak penalti Sunderland saat mendapatkan kawalan dari Craig Gardner. Villas-Boas menilai keputusan wasit murni sebuah kesalahan. Bale sendiri mendapat label pemain tukang diving dari beberapa kalangan setelah dirinya dianggap sering terjatuh dengan mudah ketika dikawal lawan. Pandangan ini, diyakini Villas-Boas bisa mempengaruhi keputusan wasit. "Itu sebuah kesalahan yang besar dari wasit. Saya paham, reputasi kadang bisa dibentuk oleh media atau situasi di lapangan. Tetapi itu kurang adil," seru manajer asal Portugal tersebut seusai pertandingan. "Jika Anda lihat, Gardner tidak fokus kepada bola dan melanggar Bale. Itu tidak semestinya berbuah kartu kuning dan tidak adil karena Bale tidak bisa tampil melawan Reading karena sebuah kesalahan yang besar," imbuhnya. Beruntungnya, The Lilywhites berhasil keluar sebagai pemenang di pertandingan tersebut meski dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini membawa mereka ke posisi ketiga, menggeser posisi Chelsea yang baru akan bertanding melawan Everton, Minggu (30/12). (Yosua)

Bale tidak mau jadi pembohong

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Profil My Idol

|
Baca selengkapnya »
Profil dan Biodata Luis Nani
Posted on 29 May 2012. Tags: atau, Auto, carlos almeida, Cunha, dengan, Draft, lahir, luis carlos almeida da cunha, Luis Nani, manchester united, Nani, Portugal, profil dan bidodata Nani, sepak bola, tim senior Pemain bernama lengkap Luis Carlos Almeida da Cunha atau akrab dipanggil Nani, ini terkenal dengan kemampuannya bermain cepat sebagai penyerang sayap. Dia kerap merusak pertahanan lawan dengan akselerasi yang tinggi dan umpan-umpan tarik yang matang. Ia menjadi salah satu andalan Timnas Portugal dan klub Manchester United. Luis Nani lahir di Cape Verde, sebuah kepulauan kecil bekas jajahan Portugal, sekitar 570 kilometer dari lepas pantai Afrika Barat, pada 17 November 1986. Saat masih bayi, ia dibawa hijrah keluarganya ke Portugal. Ia berasal dari keluarga besar, tapi miskin. Dari pihak ibunya, Nani memiliki lima saudara dan sembilan saudara lainnya dari pihak ayahnya. Ia ditinggal pergi kedua orangtuanya pada usia 12 tahun. Ia selanjutnya dirawat oleh bibinya, Antonia, di distrik miskin Amadora, pinggiran Lisabon. Nani belajar sepak bola dari kakak lelakinya. Karena berbakat ia didaftarkan oleh kakaknya ke klub Real Massama pada usia 14 tahun. Ia dikontrak tim Sporting CP Yunior pada 2003 dan naik ke tim senior tahun 2005. Nani mencetak sembilan gol dalam 58 laga bagi Sporting CP. Pada 2007 ia dibeli Manchester United 25,5 juta euro atau sekitar Rp 303,4 miliar. Di tim nasional Portugal, karier Nani di mulai tahun 2006. Bidata Luis Nani Nama lengkap: Luis Carlos Almeida da Cunha Panggilan: Nani Tanggal lahir: 17 November 1986 Tempat lahir: Praia, Cape Verde, Afrika Tinggi: 1,75 meter Posisi bermain: pemain sayap, penyerang Klub: Manchester United Nomor: 17 Karier Klub: Junior Real de Massama: 2000-03 Sporting CP: 2000-05 Senior Sporting CP: 2005-07 Manchester United: 2007 - Tim nasional Portugal: 2006: Portugal U21 2006- : Timnas Portugal Share on Twitter Share on TumblrSave on DeliciousDigg ThisShare via email Related Sepakbola Searches tinggi badan pemain mu luis nani, bidodata, tinggi badan ibrahimovic di usia 14 tahun, biografy luís carlos almeida da cunha, pemain yang bakal bergabung dengan mu 2012, luis nani profile, profil luis nani terbaru, biodata luiz nani, biografi luis nani, biografi pemain sepakbola miskin

Profil My Idol

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

Wajib DiFollow nih selalu memberi wawasan #GOONER

| Sabtu, 29 Desember 2012
Baca selengkapnya »
@VCC_Arif14 kunjungi https://twitter.com/VCC_Arif14

Wajib DiFollow nih selalu memberi wawasan #GOONER

Posted by : Unknown on :Sabtu, 29 Desember 2012 With 0komentar
Tag :

Sejarah Tottenham Hotspur

|
Baca selengkapnya »
Pada awalnya warna kaus tim adalah biru tua (navy blue), untuk kemudian berubah lagi menjadi biru muda-putih, merah-biru dan coklat-emas. Terakhir pada musim 1899-1900, mereka baru merubah warna tim menjadi kaus putih-celana biru tua, sebagai penghargaan kepada klub Preston North End, klub Inggris tersukses di masa itu. Pada tahun 1888, Tottenham memindahkan kandangnya dari Tottenham Marshes ke Northumberland Park dimana klub sudah mulai mengenakan tiket pada penontonnya. Pada tahun 1892, setelah dibujuk oleh Royal Arsenal (nantinya menjadi Arsenal), mereka berupaya untuk masuk dalam keanggotaan Southern League. Namun ditolak ketika mereka menjadi satu-satunya diantara 23 tim pemohon yang tidak mendapatkan suara voting. Mereka kemudian beralih status menjadi profesional sebelum Natal 1895 dan mengupayakan kembali permohonan untuk masuk menjadi anggota Southern League. Upaya kedua ini akhirnya berhasil. Tahun 1898 Charles Roberts menjadi chairman klub yang nantinya didudukinya sampai tahun 1943. Tahun 1899, Spurs membangun markas barunya di dekat High Road, Tottenham. Stadion itu kemudian dinamai ‘White Hart Lane’, stadion Spurs sampai saat ini. Tahun 1901, Tottenham menjuarai Piala FA dan menjadi satu-satunya klub di luar liga yang memenangkan piala tesebut sejak Football League dibentuk. Pada perayaan kemenangan, piala tersebut diberi pita berwarna oleh istri direktur Spurs Morton Cadman dan itu akhirnya menjadi tradisi yang bertahan sampai sekarang. Tottenham baru masuk sebagai anggota Football League di musim 1908-1909, dimana saat itu keanggotaan dipilih melalui voting. Di musim pertamanya di divisi 2 , Spurs langsung promosi ke divisi 1 setelah keluar sebagai runner up. Tetapi di divisi 1, Spurs hanya bisa menghuni papan bawah klasemen sampai kemudian Perang Dunia I meletus dan kegiatan liga dihentikan (1914-1915). Ketika liga dimulai kembali pada tahun 1919, divisi satu Inggris dimekarkan dari 20 menjadi 22 team. Spurs yang terdegradasi ke divisi 2 langsung promosi pada upaya pertamanya dengan menjuarai divisi 2 musim 1919-1920. Setahun kemudian Spurs bangkit dan menjuarai Piala FA nya yang kedua setelah mengalahkan Wolves 1-0 di final tanggal 23 April 1921. Spurs kemudian meraih posisi runner up liga tahun 1922, sayangnya setelah itu mereka mulai tenggelam kembali ke divisi 2 sampai Perang Dunia II. Pasca Perang Dunia II : Era Arthur Rowe (1949-1955) Pada saat itu sepakbola telah menjadi olahraga yang luar biasa populer di masyarakat Inggris dengan ribuan penonton selalu memadati pertandingan tiap minggunya. Tahun 1949, Arthur Rowe, manager Tottenham saat itu, menciptakan sebuah taktik ‘Push & Run’. Strateginya adalah setelah bola dioperkan pada rekan, pemain lari tanpa bola melewati penjaganya untuk menerima kembali umpan. Ini membuat pertandingan mengalir lebih cepat. Strategi tersebut kemudian terbukti ampuh membawa Spurs keluar sebagai juara divisi 2 musim 1949-1950. Tahun berikutnya, Tottenham kemudian tak tertahankan untuk langsung menjadi juara divisi satu (1950-1951). Pemain-pemain bintang saat itu adalah Alf Ramsey, Ronnie Burgess, Ted Ditchburn, Len Duquemin, Sonny Walters dan Bill Nicholson. Ketidakberuntungan menghinggapi Spurs pada musim berikutnya, dimana cedera menghantui sepanjang musim. Tim-tim lain juga mulai mencontek cara Spurs bermain dan semakin mempersulit Spurs untuk mempertahankan gelarnya. Spurs hanya meraih posisi runner up liga musim 1951-1952. Prestasi mereka mulai menurun terus sampai kemudian Arthur Rowe mundur karena sakit di tahun 1955. Bill NicholsonEra Bill Nicholson (1960-1975) Musim 1960-1961, Spurs yang ditangani oleh Bill Nicholson. Baru pertandingan pertama Nicholson sudah mengisyaratkan bahaya bagi lawan-lawannya dengan kemenangan besar 10-4 atas Everton. Benar saja, Spurs meraih gelar ganda di musim tersebut setelah menjuarai liga dan Piala FA sekaligus. Piala FA kemudian dipertahankan lagi di tahun 1962 dan kemudian menyusul gelar juara Piala Winners 1963 di ajang Eropa. Pemain-pemain kunci asuhan Nicholson pada waktu itu adalah Danny Blanchflower, John White, Dave Mackay, Cliff Jones, Jimmy Greaves dan Terry Medwin. Karena didominasi oleh pemain di usia senja, setelah tahun 1964 Spurs mulai kepayahan karena faktor umur pemain-pemain kuncinya. Nicholson lantas membangun tim dengan mengimpor pemain seperti Alan Gilzean, Mike England, Alan Mullery, Terry Venables, Joe Kinnear dan Cyril Knowles. Hasilnya, mereka kemudian mengalahkan Chelsea di final untuk menjuarai Piala FA 1967 dan finis di urutan ke 3 liga. Nicholson kemudian menambahkan lagi gelar juara Piala Liga tahun 1971 dan 1973 serta Piala UEFA tahun 1972. Nicholson mundur di musim 1974-1975 akibat start buruk Spurs di liga dan juga rasa kecewa pada fans yang membuat kerusuhan atas kekalahan Spurs di final Piala UEFA 1974. Bill Nicholson selama hampir 16 tahun menangani Spurs telah mempersembahkan 8 gelar juara, periode tersukses Spurs sampai sekarang. Periode 1975-1980 Nicholson sempat memberi masukan agar Johny Giles dan Danny Blanchflower ditunjuk untuk menggantikannya, namun usul tersebut ditolak direktur dan pengurus utama Tottenham. Mereka menunjuk Terry Neil, bekas pemain Arsenal, untuk menangani Spurs. Dibawah Neil, musim 1974-1975, klub kemudian malah nyaris terdegradasi. Tekanan fans Spurs yang tidak pernah menerimanya membuat Neil mundur pada tahun 1976 dan digantikan asistennya, Keith Burkinshaw. Tottenham terjungkal ke divisi 2 pada musim 1976-1977 setelah 27 tahun Spurs berada di divisi satu. Penjualan Pat Jennings, kiper utama Spurs asal Irlandia Utara, ke rival abadi mereka, Arsenal, mengejutkan fans dan terbukti sebuah kesalahan fatal. Jennings kemudian melanjutkan karirnya selama 8 tahun lagi di Arsenal, sementara Tottenham harus menunggu sampai tahun 1981 sampai mereka mendapatkan kualitas yang sama di Ray Clemence (dibeli dari Liverpool). Walaupun terdegradasi, pihak board Spurs tetap mempercayakan kursi manager kepada Burkinshaw. Tottenham kemudian mampu promosi di upaya pertamanya walaupun dengan berat. Pada musim panas 1978, Burkinshaw membuat kejutan dengan pembelian dua pemain anggota tim juara dunia Argentina, Osvaldo Ardilles dan Ricardo Villa. Transfer pemain dari Amerika Latin adalah termasuk hal langka di Inggris pada saat itu. Periode 1980-1990 Spurs menjuarai Piala FA pada tahun 1981 dengan mengalahkan Manchester City 3-2, mereka perlu berterima kasih pada Ricky (Ricardo) Villa yang membuat gol solo run yang cantik. Tahun 1982, mereka kembali mempertahankan juara Piala FA setelah mengandaskan QPR di final. Musim 1981-1982, perjalanan Spurs termasuk mulus di semua kompetisi yang diikutinya namun mereka benar-benar tidak beruntung, kalah di final Piala Liga melawan Liverpool, kalah di semi final Piala Winners dan hanya meraih posisi 4 liga. http://infomanier.blogspot.com/2012/01/sejarah-tottenham-hotspur.html#ixzz2GRwyWZYk

Sejarah Tottenham Hotspur

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :
Next Prev

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
▲Top▲